Berita Kediri: Harga Bawang Merah Anjlok

Berita Kediri

Berita Kediri: Harga Bawang Merah Anjlok. Anjloknya harga bawang merah pada level terendah membuat ratusan petani bawang merah asal Desa Banarankulon Kecamatan Bagor melakukan aksi demo. Menariknya Berita Kediri para petani membuang ratusan kilogram bawang merah ke jalanan, Selasa (4/8).  Tak hanya itu, mereka melakukan konvoi sambil orasi menuju kantor DPRD Nganjuk. Ratusan petani ini mendesak agar wakil rakyat dan Pemkab Nganjuk menyampaikan aspirasinya pada pemerintahan Joko Widodo.

Aksi tersebut dilakukan akibat anjloknya harga bawang merah yang saat ini hanya Rp 3.500 perkilogram. Bahkan, Berita Kediri para petani yang kini terbelit hutang karena harga hasil panen rendah, menuntut Jokowi mundur dari jabatan presiden dan Menteri Pertanian harus bertanggungjawab dengan kondisi ini. Para petani memadati halaman Berita Kediri kantor DPRD menuntut pemerintah turun tangan membantu nasib mereka. “Pemerintahan Jokowi berjanji akan mensejahterakan petani, tapi sekarang justru nasib petani jatuh hingga titik terendah, mana janjimu Jokowi,” teriak Gatut Supriaji, salah satu petani dalam orasinya.

Aksi ratusan petani bawang merah berawal dari Desa Banarankulon Kecamatan Bagor yang merupakan salah satu sentra bawang merah selain Sukomoro. Selama dalam perjalanan sejauh sekitar 8 kilo meter, Berita Kediri para petani membuang bawang merah ke jalanan dari mobil bak terbuka sambil tak henti-hentinya melakukan orasi. Massa yang dipimpin oleh Kepala Desa Banarankulonn Kenthong Sukarno Putro, menuding kinerja menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan sangat buruk. Kedua kementrian tersebut terbukti Berita Kediri tidak mampu menstabilkan harga hasil pertanian, termasuk bawang merah. “Saya ikut kampanye Jokowi selama dua bulan tidak pulang, tetapi kini justru saat Jokowi jadi presiden, harga bawang merah anjlok, Jokowi mundur saja dari jabatan presiden,” teriak Gatut.

Setelah beberapa menit melakukan orasi disertai dengan menghambur-hamburkan bawang merah, akhirnya 15 orang Berita Kediri perwakilan pendemo diperkenankan masuk ke gedung dewan. Kedatangan mereka disambut Wakil Ketua DPRD Nganjuk Jianto, Ketua Koomisi B Basori, Sekkab Nganjuk Masduqi dan Kepala Dinas Pertanian Agus Subagyo serta Kapolres Nganjuk AKBP Muh.Anwar Nasir. Dihadapan anggota dewan, Kenthong Berita Kediri Sukarno Putro memaparkan jika saat ini hasil yang diperoleh petani tidak ada 50 persen dibandingkan dengan biaya produksi. Karena selama masa tanam, harga pupuk dan obat-obat pertanian sangat tinggi. Sedangkan hasil panen hanya dihargai Rp 3000 hingga Rp 3.500 perkilogram. “Para tengkulak juga berperan dalam jatuhnya harga bawang merah di tingkat petani,” kata Kenthong.