Ajak Anak-anak Dialog dan Tersenyumlah

Anak-anak jaman sekarang, karna dampak siaran tv yang dilihatnya berjam-jam, mungkin saja mengajukan pertanyaan ke orang tuanya diluar dugaan. Hadapi hal seperti itu, jawaban orang-tua jangan pernah hentikan anak, namun bagaimana terjadi dialog pada anak serta orang-tua yang dapat bikin anak tercerahkan. Anak-anak mesti dilayani dengan senyum serta kasih sayang.

Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi atau lebih di kenal Kak Seto, menyebutkan hal tersebut saat menjawab pertanyaan seseorang ibu, yang memperoleh pertanyaan yang mengagetkan dari anaknya yang berumur 7 th., mengenai Amrozi yang dihukum mati lewat cara ditembak. Dari beberapa pertanyaan anak, si ibu itu cuma menjawab tiap-tiap pertanyaan dengan satu kata. Tak ada ada dialog.

” Keberanian seseorang anak untuk ajukan pertanyaan yaitu suatu hal yang butuh dihargai. Pertanyaan anak mesti dijawab orang-tua dengan kreatif serta benar-benar. Jangan pernah jawaban hentikan pertanyaan si anak. Menjawabnya mesti sesuai sama beberapa etika. Dengan dialog, banyak pengetahuan serta pengalaman yang diperoleh anak, ” kata Kak Seto, pada session bertanya jawab selesai peluncuran buku Kak Seto : Anak-anak Tersenyumlah!, Kamis (20/11) di The Sultan Hotel, Jakarta. Peluncuran buku yang ditulis Thress Emir itu di gelar Yayasan Mutiara Indonesia, memperingati Hari Anak Internasional.

Peluncuran buku diikuti penandatanganan poster sampul oleh Kak Seto, disaksikan Ibunda Mariati Mulyadi serta anggota keluarga. Ada diantaranya Henny Purwonegoro, Nia Zulkarnain, Prof Dr Sukarni Catur Utami Munandar, Prof Dr Daradjat N, dan anak-anak dari taman kanak-kanak Mutiara Indonesia yang menyanyikan lagu-lagu ciptaan Kak Seto.

Kak Seto melukiskan bagaimana caranya menyawab yang sangat mungkin terjadinya dialog. Masalah Amrozi yang di tanyakan anak, terangkan kalau karena bom, banyak menyebabkan korban luka serta wafat. ” Karna Indonesia negara hukum, mereka yang salah mesti diolah hukum di pengadilan. Bila dapat dibuktikan bersalah, mereka dijatuhi hukuman penjara sampai hukuman mati. Beberapa negara mengaplikasikan hukum mati, ada lewat cara digantung, dipancung, serta ditembak. Indonesia juga mengaplikasikan hukuman mati. Kalau Ananda jadi presiden, apa ingin hukuman mati ini ditiadakan? ” tuturnya.

Masalah senyum Kak Seto sebagai cerminan kasih sayang sempat juga di tanyakan orang-tua anak yang ada. Kak Seto tidak berani menjawab, namun menyuruh putri sulungnya, Minuk, untuk menjawabnya. ” Saat sebagian geram, juga sembari tersenyum, ” tutur Minuk dengan canda serta tawa ria.

” Untuk kami sekeluarga, bapak yaitu teladan yang hampir prima. Serta yang paling saya kagumi, bapak juga menyukai hidupnya dengan rasa sukur, ” kata Minuk sekali lagi.

Terlebih dulu, Sukarni Catur Utami Munandar, dalam testimonialnya pernah menceritakan saat Seto jadi mahasiswa yang dibimbingnya untuk mencapai titel doktor. ” Satu yang tidak sempat saya lupa, Seto itu ramah sekali, banyak senyum, serta saya tidak sempat memandangnya merengut atau geram, ” katanya.

Dalam buku biografi Kak Seto : Anak-anak Tersenyumlah!, Threes Emir tidak saja menuliskan perjalanan hidup Kak Seto yang diperlengkapi dengan beberapa photo yang diciptakan warna, namun juga memasukkan pemikiran Kak Seto yang dimuat di beberapa media bikin dengan th. yang tidak sama, untuk tunjukkan kekonsistenan Kak Seto yang perduli pada masalah anak-anak.

Pembaca dapat juga nikmati kedalaman arti puisi Tangan-tangan Mungil serta Disertasi untuk Balita Negeri Ini, yang diletakkan di halaman awal serta akhir buku. Ada juga kata kata mutiara serta beberapa tips dari Kak Seto.

” Keinginan saya buku ini bisa memberi ide untuk beberapa orang, dapat juga menaikkan kecintaan tiap-tiap orang (serta lewat cara sendirinya jadi semakin dapat mengerti) pada anak-anak karna dunia Kak Seto yaitu dunia anak-anak, mulai sejak ia masih tetap anak-anak, saat ini, hingga kapan juga, ” kata Threes Emir.

Sumber : http://www.katakan.net/2014/12/kata-bijak-singkat-padat-penuh-makna.html