Mantan Pendiri WhatsApp Mengajak Hapus Facebook

Mantan Pendiri WhatsApp Mengajak Hapus Facebook Berita miring tentang facebook mengenai kebocoran 50 data akun para penggunanya membuat facebook sekarang tengah berada di posisi yang kurang mengenakan bagi perusahaan social media paling terbesar di dunia ini, pasalnya karena kasus tersebut sekarang facebook tengah di landa badai krisis kepercayan, karena kasus tersebut sekarang banyak sekali yang kurang percaya dengan facebook dan bahkan tidak sedikit yang meninggalkan social media ini dan mungkin ada juga yang beralih menggunakan social media lain untuk berinteraksi dan lain sebagainya, kasus ini banyak sekali mengundang perhatian dari beragam macam pihak salah satunya yakni mantan pendiri WhatsApp yang baru baru ini juga ia menyuarakan dan mengjaka untuk megnhapus Facebook.

Brian Acton mantan pendiri WhatsApp jasa pembuatan website agen properti bandung ini menulis di akun twitter milik pribadinya dengan hastag #DeleteFacebook yang kita semua tahu dalam Bahasa Indonesia adalah hapus Facebook, twitan dia langsung ramai di bicarakan dan sampai sekarang sudah lebih dari 1.800 orang me retweet status yang ia unggah di media social twitter ini. Rian Acton sendiri dulu bekerja di WhatsApp kurang lebih selama 4 tahun bersama dengan Jan kaum selain bekerja ia juga mengembangkan aplikasi pesan singkat yang sekarang sudah banyak sekali penggunanya di seluruh dunia ini,dan kita tahu bahwa aplikasi yang ia kembangakan selama bertahun tahun tersebut sekarang ini telah di akuisisi oleh facebook.

aPria yang dikenal telah sangat lama berkecimpung didunaia quantum resonance magnetic analyzer enskripsi dan privasi data ini tidak menjelaskan secara rinci mengapa ia menulisakan hastag tersebut di akun twitter pribadinya, yang jelas hastag tersebut pasti berkaitan dengan berita kebocoran 50 juta data pengguna yang sekarang ini sedang hangat hangatnya di bicarakan, bahkan di beberapa negara mengecam keras atas kejadian tersebut termasuk juga negara kita Indonesia yang sangat mengecam keras dan juga menyelidiki kasus ini lebih dalam dan jika memang melanggar hukum juga merugikan warga Indonesia pemerintahan kita tidak akan tinggal diam dan tidak akan segan untuk memblokir keberadaan situs social media yang sudah lama ada di Indonesia ini untuk di blokir secara permanen keberadaanya di Indonesia.