Pembangunan Jembatan di Desa Campoan

Padahal di musim penghujan seperti sekarang, debit air sungai sering tiba-tiba naik. Meski demikian, para siswa SDN 1 Campoan, Desa Campoan, Kecamatan Mlandingan, yang hendak menimba ilmu terpaksa tetap harus turun ke sungai. Sambil menenteng sandal jepit dan sedikit mengangkat pakaian bawahnya, mereka harus melewati derasnya air sungai yang dipenuhi bebatuan. Meski sudah bersusah payah, tak jarang pakaian sebagian siswa tetap basah terkena air sungai. Sebagian siswa juga terpaksa harus digendong oleh gurunya.

Kasihan para siswa yang ada di desa ini, mereka harus pulang pergi ke sekolah menyeberangi sungai yang arusnya deras. Semua guru yang mengajar di sini selalu mengawasi dan tak jarang pula menggendong sebagian siswa saat melintasi sungai. Khawatir terseret arus sungai, kata Ahmad Faisol, salah satu guru SDN 1 Campoan, Kamis (2/2/2017). Dari informasi yang dihimpun detikcom, aktivitas berbahaya para siswa itu dilakukan karena jembatan di sungai itu runtuh akibat banjir tahun 2015 lalu. Itulah beberapa kutipan beritanya. Kamis (23/3), Terminal Petikemas Surabaya (TPS) hadir mewujudkan mimpi warga desa Campoan melalui pembangunan jembatan penghubungan dusun Plalangan dengan desa Campoan dan dusun Lucu, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo.

Tampak kebahagiaan terpancar dari raut muka warga desa Campoan, seperti yang dikisahkan oleh Amel, salah satu siswa SMP di desa Campoan tersebut, dimana sebelumnya para warga harus bergotong royong membuat rangkaian bambu sebagai jembatan sementara yang selalu hanyut saat hujan datang. Terima kasih TPS, adanya jembatan ini sangat memudahkan kami dalam beraktivitas, ungkap Amel dengan lugunya.

Jembatan tersebut menjadi satu-satunya akses utama masyarakat RT 01 Desa Campoan dengan total 43 Kepala Keluarga, yang akan terisolasi apabila banjir atau hujan besar datang. Bukan hal yang mudah dalam proses pembangunan jembatan ini, mengingat akses menuju jembatan yang tidak mudah, tetapi para warga utamanya para ibu-ibu gotong royong membantu mengangkut pasir dan batu, sehingga dalam waktu 2,5 bulan jembatan tersebut sudah bisa digunakan.

Pembangunan jembatan berjenis gelagar besi dengan panjang 20 meter dan lebar 1,2 meter ini menghabiskan dana CSR sebesar 350 juta. President Director PT TPS, Endot Endrardono, yang meresmikan pembangunan jembatan tersebut berharap jembatan ini dapat membantu dan mendukung warga dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Semoga jembatan ini dapat dijaga dengan baik, dan dengan dibangunnya jembatan ini mendapatkan kebarokahan, ungkap Endot.

Proyek Pembangunan Menggunakan Genset

Agar lebih cepat selesai dan segera dapat dirasakan oleh warga setempat, proyek pembangunan menggunakan genset yang digunakan untuk penerangan di malam hari sehingga pekerjaan ini bisa dikerjakan pada malam hari dan lebih cepat selesainya. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, proyek ini menggunakan genset V-gen dan harga genset vgen di palembang kapasitas 50 kva kurang lebih 100 jutaan.