Tips Budidaya Ikan Mas yang Wajib Anda Tahu

Budidaya Ikan Mas – Ikan mas adalah salah satu jenis ikan air tawar yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai usaha. Selain untuk bisnis kuliner, ikan mas juga sangat bagus untuk dibudidayakan sebagai usaha dalam memenuhi kebutuhan pasar. Rasanya yang lezat dan gurih menjadikan ikan ini begitu diminati oleh banyak konsumen.

Budidaya ikan mas begitu menguntungkan. Pasalnya, tingkat pertumbuhannya sangat cepat sehingga layak untuk dibudidayakan. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami akan membahas tentang budidaya ikan mas.

Ikan mas (Cyorinus carpio, L.) merupakan spesies ikan air tawar yang termasuk dalam famili Cyprinidae. Selain dikenal dengan nama ikan mas, ikan ini dikenal dengan nama Ikan Karper ataupun ikan tombro. jenis ikan air tawar yang satu ini merupakan ikan yang paling populer di masyarakat.

Di alam aslinya ikan mas hidup di perairan danau, sungai atau kolam-kolam air yang berada pada ketinggian 150-1000m dpl, dengan suhu air berkisar 20 – 25 derajat celcius. Ikan mas termasuk hewan Omnnivora yang berupa daun-daunan, lumut, serangga, cacing dan lain sebagainya. Pada umumnya budidaya ikan mas lingkungan pemeliharaan dibuat menyerupai alam aslinya.

Adapun usaha pembesaran ikan mas dilakukan untuk memenuhi kebutuhan permintaan konsumsi ikan mas. Ikan mas yang biasa dikonsumsi memiliki ikuran yang bervariasi, mulai dari 300 gram sampai 1 kg.

Pembesaran Ikan Mas di Keramba Jaring Apung dan di Kolam Air Deras

Pembesaran Ikan Mas dapat dilakukan dalam kolam atau keramba Jaring Apung yang umumnya dipasang di perairan umum. Pemilihan lokasi penempatan jaring di lokasi yang tepat turut membantu berhasilnya proses produksi.

Adapun pembesaran bibit ikan mas di kolam berair seharusnya dipertimbangkan beberapa hal antara lain, lokasi dekat dengan sumber air (sungai, irigasi, dan lain-lain) dengan topografi yang memungkinkan air kolam dapat dikeringkan dengan memanfaatkan gravitasi.

Selain itu kualitas air yang digunakan harus berkualitas baik dan tidak tercemar (kandungan oksigen terlarut 6-8 ppm) serta dengan debit air minimal 100 liter permenit. Budidaya ikan mas pada dua keadaan ini masing-masing memiliki kelebihan tersendiri, namun pada umumnya hasil panen yang diperoleh tidak jauh berbeda.