Mengenal Bagian – Bagian Autoclave

Autoclave adalah alat penting yang berguna dalam proses sterilisasi peralatan serrta perlengkapan kedokteran. Alat ini bekerja dengan cara membagikan uap tekanan tinggi yakni padaa suhu sekitar 121 derajat celcius.

Semua alat kedokteran yang digunakan kebanyakan memerlukan keadaan steril,itulah mengapa alat ini sangat penting dalam dunia kedokteran karena fungsi autoclave ini adalah untuk sterilisasi. Pengertian autoclave secara lebih detail yakni sebuah alat yang tertutup dimana berfungsi untuk mensterilkan suatu objek dengan cara memberikan uap panas dengan tekanan tinggi dalam membasmi mikroorganisme yang ada pada objek yang ingin disterilkan.

bagian - bagian autoclave

Alasan autoclave digunakan dan sangat penting dalam dunia kedokteran yaitu karena hasil sterilisasinya yang cukup tinggi. Hal ini karena perpaduan antara uap panas dan tekanan yang tertutup membuat sterilisasi menjadi maksimal hingga dapat membunuh bakteri sampe ke sporanya.

Prinsip Kerja Autoclave

  • Air yang ada pada autoclave akan mendidih jika sumber panas dinyalakan
  • Air yang mendidih akan menghasilkan uap air yang nantinya uap tersebut akan mendesak udara yang ada didalam autoclave sehingga udara akan terdesak
  • Setelah udara terganti oleh uap tadi, katup udara akn ditutup sehingga tekanan di dalam autoclave akan semakin bertambah yang menyebabkan tekanan uap air semakin tinggi
  • Saat tekanan berada pada suhu yang sesuai, barulah proses sterilisasi akan dimulai
  • Proses sterilisasi ini akan dibatasi oleh timer yang menghitung mundur
  • Setelah proses selesai sesuai waktu yag ditentukan, panas yang diakibatkan oleh uap air akan turun perlahan hingga suhu mencapai 0 derajat celcius
  • Dengan demikian objek sudah disterilkan dengan sempurna

Bagian-Bagian Autoclave

  1. Pengatur waktu yang digunakan untuk menghitung lamanya proses sterilisasi
  2. Katup uap. Sebagai tempat pengeluaran dari uap air
  3. Pengukur tekanan. Sebagai pengatur nilai tekanan autoclave sesuai dengan kebutuhan
  4. Katup pengaman. Katup ini berfungsi untuk mengunci penutup autoclave
  5. Switch on off. Untuk menyalakan dan mematikan alat
  6. Untuk mengetahui suhu yang ada sehingga dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan proses sterilisasi
  7. Membantu proses perubahan energi dari liktrik menjadi energi kalor atau panas
  8. Skrup pengaman. Untuk menjaga besaran tekanan uap didalam mesin.
  9. Sebagai batas bagi penambahan air

Contoh cara penggunaan autoclave secara umum

  1. Lakukan pengecekan pada air pada tampungan didalam autoclave. Jika air masih ada maka anda tidak perlu menambahinya, namun jika air kurang maka anda harus menambahinya agar pada saat proses sterilisasi nanti autoclave tidak kehabisan air.
  2. Memasukan peralatan yang akan disterilkan. Tentunya alat yang bisa disterilkan dengan autoclave adalah alat yang tidak memiliki bahan yang bisa melepuh karena panas atau bahan yang mudah terbakar.
  3. Menutup autoclave dengan rapat ditambah dengan mengencangkan scrup yang ada pada bagian penutup. Dengan demikian uap air tidak akan keluar dan udara dari luar tidak akan masuk.
  4. Nyalakan autoclave ddan mengatur timer sesuai waktu yang dibutuhkan dengan suhu umumnya 121 derajat celcius.
  5. Menunggu air yang ada didalam autoclave mendidih sehingga nantinya akan ada uap air yang mendesak udara keluar dari katup udara.
  6. Setelah udara keluar barulah tutup katur udara dengan rapat.
  7. Menunggu tekanan uap hingga sesuai yakni umumnya mencapai 2 atm
  8. Tunggu proses sterilisasi selesai,nantinya akan ditandai dengan adanya alarm yang menandakan proses sudah sesuai dengan waktu yang sudah diatur tadi.
  9. Keluarkan peralatan tadi setelah suhu didalam autoclave sudah mencapai 0 derajat celcius.

Seperti itulah cara penggunaan autoclave dan bagian-bagiannya, semoga bisa menambah ilmu dan semoga bermanfaat. Sekedar informasi untuk anda yang sedang membutuhkan Autoclave terbaik untuk sterilisasi, bisa lihat produknya di sini.