Macam Gangguan Kesehatan Yang Sering Dialami Bayi Prematur

Kita semua yakin bahwa tidak ada ibu yang menginginkan kelahiran prematur pada bayinya. Namun semua yang terjadi sudah menjadi kehedak yang Maha Kuasa. Betapapun kita tidak menginginkannya, bila sudah terjadi kita harus hadapi dengan sabar dan serius. Bayi premature memang tidak semuanya mengalami masalah kesehatan. Namun dibandingkan dengan bayi normal, bayi prematur lebih berpotensi.

Ada banyak keluhan – keluhan kesehatan yang dialami oleh bayi premature, baik itu ringan ataupun berat. Berikut ini beberapa macam keluhan yang sering dialami oleh bayi prematur, terlebih lagi apabila usianya masih terlalu dini. Berikut ini beberapa keluhan yang sering dialami.

Gangguan Kesehatan Bayi Premature & Penanganannya

# Ikterus

Ikterus merupakan istilah dalam ilmu kesehatan yang juga disebut dengan hiperbilirubinemia atau dalam bahasa keseharian kita disebut dengan bayi kuning. Mengapa bisa terjadi ? Ikterus disebabkan karena penumpukkan bilirubin dalam darah yang seharusnya diolah dan dibuang oleh sistem hati. Namun karena usianya masih belum cukup jadi organ hati / liver belum bisa berkembang secara sempurna.

# Hipotermia

Meskipun gangguan ini tidak selalu dialami oleh bayi prematur namun  kebanyakan kasus yang terjadi adalah pada bayi dengan kelahiran permatur. Hipotermia yaitu suatu kondisi dimana suhu tuhubuh belum bisa menyesuaikan dengan lingkungan. Untuk menangani hal ini dibutuhakn alat yang sering disebut dengan infant warmer.

# Gangguan Pernapasam

Sebagaimana yang sudah kita katakan tadi, diantara beberapa kasus bayi prematrue mengalami gangguan kesehatan. Ada juga gangguan jalan nafas. Gangguan pernapasan pada bayi prematur dsebabkan karena organ paru – paru belum berkembang sebagaimana mestinya.  Untuk gangguan pernapasan biasanya ditangani menggunakan ventilator atau buble cpap.

Selain tiga macam gangguan tersebut, masih cukup banyak lagi gangguan – gangguan yang terjadi pada bayi prematur. Betapapun itu, rumah sakit dan klinik harus bertanggung jawab untuk proses perawatan dengan maksimal sehingga kasus – kasus tersebut dapat ditangani dengan baik dan benar.

Nah, mungkin ini saja yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini, semoga dapat bermanfaat untuk anda skalian, sekian dan selamat beraktifitas.