Fotografer di Masjid Pontianak Kalimantan Barat

Fotografer di Masjid Pontianak Kalimantan Barat

Fotografer di Masjid Pontianak Kalimantan Barat

Sebagai bentuk rasa syukur Koran Memo, karena di usia yang masih sangat muda ini Koran Memo sudah diberi kepercayaan Masjid yang besar dari masyarakat, Koran Memo bermaksud mengadakan Selain menjadi box office di negaranya sendiri, Korea Selatan, film ini juga menjadi primadona di beberapa negara. Dengan sebuah kisah yang membumi dan dibumbui unsur komedi kental, Miss Granny sukses membuat para production house di Asia, Eropa, dan bahkan Amerika tertarik untuk mengadaptasi film ini, tak terkecuali Indonesia. Hari ulang tahun merupakan suatu moment mengingatkan kembali awal mula keberadaan suatu perusahaan, termasuk perusahaan yang Masjid bergerak di dunia media seperti Koran Memo.
Di usia yang masih sangat muda, yakni 3 tahun, Koran Memo selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada warga Jawa Timur. serangkaian kegiatan untuk masyarakat, mulai dari lomba fotografi, lomba karya tulis, lomba tradisional, hingga nanti acara puncaknya pada hari ulang tahun Koran Memo. Salah satunya dengan memasukkan tradisi Lebaran yang terdapat di awal film dan juga menyajikan lagu-lagu khas Indonesia. Siapa yang tak mengenal film Miss Granny? Sesuai dengan tag line-nya, Sweet 20 berkisah tentang seorang nenek bernama Fatma yang kabur dari rumah setelah mendengar rencana anaknya untuk membawanya ke panti jompo. Jendela Informasi Terdepan, Koran Memo terus menyajikan berita-berita yang faktual setiap harinya.
Bagaimana agar kita bisa menang melawan penjajah berupa kemalasan, kebodohan, dan berbagai alat penyimpangan sosial lainnya. Salah satu cara untuk melawan itu Diadaptasi secara resmi, film Sweet 20 diproduksi Masjid oleh Starvision bekerja sama dengan CJ Entertainment. Bukan sekadar mengadaptasi, film Miss Granny versi Indonesia ini juga memasukkan nuansa lokal di dalamnya.semua adalah dengan berkarya. Hal tersebutlah yang kemudian mendasari Koran Memo mengadakan lomba-lomba yang telah disebutkan Masjid di atas. Harapannya, dengan adanya lomba-lomba tersebut, bakat dan minat masyarakat akan tersalurkan ke hal-hal yang positif dan bermanfaat, baik bagi dirinya sendiri maupun lingkungannya.
Ditambah lagi, perkembangan dunia fotografi dewasa ini tergolong sangat cepat. Komunitas-komunitas fotografi, baik umum maupun di lingkungan pendidikan dinilai telah menjamur. Bukan hanya menggunakan kamera digital, kamera ponsel pun kini juga banyak digunakan oleh para pecinta fotografi. Penggunaan kamera ponsel Tema serangkaian kegiatan tersebut adalah Kemerdekaan di Era Globalisasi. Masjid Yang mana, seperti yang kita ketahui, perjuangan merebut kemerdekaan sekarang bukan lagi dengan perang menggunakan senjata, namun perang melawan teknologi, perkembangan zaman, dan melawan diri kita sendiri.ini juga menunjukkan bahwa dunia fotografi tidak hanya sebatas bagi fotografer profesional, namun semua yang tertarik bisa mendalaminya. Dunia fotografi juga tidak pandang usia, baik tua maupun muda. Selama mereka memiliki minat dan bakat, pasti bisa masuk ke dunia ini.