Ada Apa Dengan Omar Bagian 3

generasimaju.com – Sesampainya di rumah sakit tersebut, Omar langsung ditangani oleh dokter UGD dan saya mendapat teguran dari tim medis yang mengatakan, ‘Kenapa baru dibawa dalam kondisi parah?’ Lah, mana saya tahu, proses hingga seperti itu begitu cepat. Setelah diperiksa, dokter melaporkan bahwa paruparu Omar penuh dengan lendir dan harus masuk ke ICU untuk dirawat. Demi anak, saya saat itu hanya bisa mengangguk dan mengatakan iya. Tak berapa lama kemudian, Omar langsung dimasukkan ke ICU dan memerlukan transfusi darah karena Hb-nya rendah sekali (4).

Masih menurut dokter, Hb rendah itu diakibatkan sel darahnya habis untuk menyerang bakteri yang ada di pernapasannya. Dua hari dirawat di ICU, Omar masuk ruang isolasi selama 2 hari, lalu masuk ruang rawat inap selama 5 hari. Selama itu pula Omar selalu diinfus. Setiap hari selama 2 kali, pagi dan malam, menjalani terapi inhalasi dan sedot lendir, dan selama itu pula dia diberikan antibiotik yang dimasukkan melalui suntikan di selang infus. Selain obat untuk penguat lambung dan obat batuknya.

Singkat cerita, masuk hari ke-9, alhamdulillah kondisi Omar berangsur baik dan boleh pulang. Setelah 3 hari di rumah tanpa demam, 2 hari lagi menjelang kontrol Omar kembali demam. Tapi anehnya, naiknya suhu badan hanya di malam hari saat dia tidur, panasnya sekitar 38 derajat. Pagi hari hingga sore turun kembali ke angka 37 derajat. Saat kontrol saya melaporkan hal itu dan dokter menyarankan rawat inap lagi. Saat itu saya minta cek lab dulu.

Alhamdulillah, hasilnya bagus sehingga tidak jadi dirawat dan bisa pulang, disarankan untuk segera kontrol jika dalam 2 hari ke muka kembali demam. Sekarang Omar masih dalam pemantauan. Alhamdulillah, kondisinya sudah lebih baik dari sebelumnya. Walau demikian, saya berencana mencari second opinion ke dokter lain yang bisa dipercaya dan mau diajak dialog. Mohon doanya ya, semoga Omar diberikan yang terbaik. Amiiin.”